Login untuk menyimpan progres belajar dan fitur lengkap. Login

Doa Minta Ilmu yang Bermanfaat, Rezeki yang Baik, dan Amalan yang Diterima, meminta karunia dan rahmat Allah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA 'ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA 'AMALAN MUTAQOBBALAN

“Ya Allah aku memohon kepada Engkau: Ilmu yang manfaat, rezeki yang tayib, dan amalan yang diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

 

Penjelasan

1. Ilmu yang Bermanfaat

Beliau memulai dengan ilmu yang manfaat, karena dia adalah kunci atas semuanya. Tidak mungkin kita bisa memahami halal dan haram tanpa ilmu. Tidak mungkin kita bisa beramal dengan amalan shalih tanpa ilmu. Maka beliau memulai dengan ilmu yang bermanfaat. Sebab ilmu adalah dasar untuk perubahan pada kebaikan.

Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Nabi yang ingin mengubah akhlak manusia, yang ingin mengubah kehidupan manusia, menjadi manusia yang berakhlak mulia. Memulai dengan menyampaikan wahyu-Nya:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ

Ajakan untuk berilmu, ajakan untuk mencari ilmu, karena memang komponen utama sebuah perubahan adalah ilmu yang bermanfaat.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Allah tidak mengubah nasib sebuah kaum, sampai mereka mengubah nasibnya tersebut.” (QS. ar-Ra’d: 11)

Sehingga perubahan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan kita, dan itu butuh ilmu.

2. Rezeki yang Baik (Tayyib)

Rezeki yang tayyib, karena manusia butuh rezeki, butuh makanan, butuh juga apa saja yang bisa membuat ia lebih nyaman, lebih kuat di dunia ini, dan hanya rezeki yang tayyiblah yang akan memberikan kepadanya keberkahan dalam tubuhnya, sehingga ia mampu untuk beramal saleh.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits riwayat Imam Muslim:

إِنَّ اللهَ طيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

“Allah itu Mahabagus, tidak menerima, kecuali yang bagus.”

3. Amalan yang Diterima

Amalan yang diterima adalah amalan yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Waktu Membaca: Doa ini dibaca setelah shalat Shubuh.

(HR. Ibnu Majah no. 925, hadits hasan)


رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا


“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Taha: 114)


اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَارْحَمْنِي

Allaahumma-hdinii wa-rzuqnii wa `aafini warhamnii

Ya Allah! Anugerahkanlah hidayah, rezeki, keselamatan, dan rahmat kepadaku

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي اهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي

 

Allaahumma-ghfir lii wa-rhamnii wa-hdinii wa`aafinii wa-rzuqnii

Ya Allah! Anugerahkanlah ampunan, rahmat, hidayah, keselamatan, dan rezeki kepadaku


اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكُ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ، فَإِنَّهُ لَا يَمْلِكُهَا إِلَّا أَنْتَ


“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu karunia dan rahmat-Mu, karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau.” Kitab As-Silsilah As-Shahihah (1543).

 

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


“Ya Alah cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal hingga aku terhindar dari yang Engkau haramkan, ya Allah perkayalah diriku dengan karunia-Mu hingga aku tidak meminta apa-apa selain dari-Mu.” Kitab Shahih Al-Jami' (2625)